Jumat, 21 Maret 2014

Komunikasi Data

BAB I
PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG MASALAH
Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi kehidupan yang bisa dikategorikan sangat modern. Di era sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia.
Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi penambahan fungsi teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Salah satu contoh fasilitas canggih saat ini adalah handphone.
Dengan barang-barang serba canggih, manusia dapat melakukan telekomunikasi. Selama proses telekomunikasi tersebut, terjadi komunikasi data. Maka dari itu, penulis ingin membahas tentang komunikasi data yang sangat dekat dengan kehidupan modern sekarang ini.
2.      RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa saja yang termasuk Materi dalam mata kuliah Komunikasi Data ?
2.      Bagaimana penjelasan tentang materi Arsitektur komputer dan Seperti apa cara pembahasannya?

3.      BATASAN MASALAH
Batasan masalah dalam makalah ini yakni tentang:
·         Model komunikasi data(simplex dan duplex).
·         Komponen-komponen komunikasi data.
·         Media pengirim, dan
·         Sinyal analog dan digital.
4.      TUJUAN
Tujuan dari pembuatan karya ilmiah ini adalah:
1.      Mengetahui model komunikasi data.
2.      Mengetahui komponen-komponen komunikasi data.

BAB II
PEMBAHASAN
1.      MODEL KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian yang berupa ide, gagasan, data ataupun pesan yang lainnya dari pengirim (komunikator) ke penerima (komunikan) melalui media pengiriman.
Model komunikasi data merupakan bentuk-bentuk atau tatacara berkomunikasi antara satu lokasi ke lokasi lain dengan sedikitnya mempunyai tiga komponen, yaitu sumber (pengirim), media transmisi, penerima. Selain ketiga komponen tersebut data yang dikomunikasikan (message) dan protocol juga berperan penting dalam hal ini.
Seperti ilustrasi pada gambar dibawah ini :
Type  komunikasi data :
a.       Komunikasi data Simplex
Pengertian Simplex ialah jenis komunikasi satu arah, dimana arah informasi hanya dari pengirim ke penerima saja dan tidak bisa sebaliknya. Contohnya paging, pada paging pesawat penerima hanya bisa menerima pesan yang dikirim oleh stasiun pengirim dan tidak bisa menngirim balik (reply) pesan ke penerima dengan menggunakan pesawat paging tersebut. Contoh lain dari komunikasi simplex ini ialah siaran radio dan televisi.
Keuntungan Simplex
-          Dalam jalur atau media transmisi berjalan satu arah.
Kelemahan Simplex
-          Data yang dikirim hanya kesatu arah saja
-          Pengirim dan penerima tugasnya tetap
-          Metode ini paling jarang digunakan dalam komunikasi data

b.      Komunikasi data duplex
Duplex adalah sebuah istilah dalam bidang telekomunikasi yang merujuk kepada komunikasi dua arah.
Komunikasi data duplex dibagi menjadi dua bagian yaitu komunikasi data half duplex dan komunikasi data full duplex.


a)      Komunikasi data Half Duplex
ialah jenis komunikasi dua arah, tapi kedua pihak yang berkomunikasi tidak dapat melakukan pengiriman informasi pada saat yang bersamaan, tapi harus bergantian. Pada saat user A mengirimkan infomasi maka user B harus bertindak sebagai penerima.
Contoh paling sederhana adalah walkie-talkie, di mana dua penggunanya harus menekan sebuah tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk mendengar. Ketika dua orang menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi pada satu waktu tertentu, hanya salah satu di antara mereka yang dapat berbicara sementara pihak lainnya mendengar. Jika kedua-duanya mencoba untuk berbicara secara serentak, kondisi "collision" (tabrakan) pun terjadi dan kedua pengguna walkie-talkie tersebut tidak dapat saling mendengarkan apa yang keduanya kirimkan. 
Keuntungan Half Duplex :
o   Dapat mengirim dan menerima informasi.

Kelemahan Half Duplex :
o   Pada half duplex kedua station dapat mengirim dan menerima data, namun tidak terjadi pada waktu yang sama.
o   User hanya bisa mengirim atau menerima informasi saja.

b)      Komunikasi data Full Duplex
ialah jenis komunikasi dua arah, dimana masing-masing user dapat melakukan pengiriman ataupun penerimaan informasi pada saat yang bersamaan. Jadi tergantung apakah lawan bicara sedang melakukan pengiriman informasi ataupun tidak
Contohnya : Handphone, Telephone.
Keuntungan Full Duplex
o   Pada full-duplex terdapat sharing pada jalurnya agar kedua sinyal dengan arah yang berbeda dapat berjalan.
o   Tersedia dua buah jalur fisik yang memisahkan arah jalur, satu jalur untuk mengirim dan satu jalur lagi untuk menerima.
o   Kedua station dapat mengirim dan menerima data secara simultan.
Kelemahan Full Duplex
o   Tidak dapat menerima informasi apabila salah satu lawan bicara tidak aktif (offline).



2.      Komponen-komponen Komunikasi.
Komponen komunikasi maksudnya yakni suatu piranti yang menjadi syarat terbentuknya komunikasi data.
Komponen-komponen komunikasi data antara lain adalah sebagai berikut :      
·         Message Suatu message bisa dikatakan sebagai data atau informasi yang akan     dikomunikasikan (dikirim dan diterima). Message ini bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya.
·         Sender  adalah suatu alat yang digunakan untuk mengirimkan message. Alat ini tidak hanya komputer, bisa juga alat lainnya seperti hand phone, video kamera, dan lainnya yang sejenis.
·         Receiver  sama dengan sender, bedanya receiver berfungsi sebagai alat yang dituju untuk menerima message yang dikirim dari sender.
·         Medium adalah media transmisi yang bisa dikatakan sebagai "perantara" untuk mengantarkan message dari sender ke receiver. Media transmisi ini bisa saja berupa kabel (twisted pair, coaxial, fiber-optic), laser, atau gelombang radio.
·         Protocol  adalah sekumpulan aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju. Untuk mudahnya protocol bisa dianggap sebagai bahasa komunikasi, seseorang yang berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa tidak akan bisa dimengerti oleh orang lain yang hanya bisa berbahasa Cina.

3.      Media Pengiriman Data
Media pengiriman data (transmisi data) adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Media yang digunakan untuk pengiriman data dan jenis data yang dikirimnya antara lain :
a.       Kabel Unitrans.
Kabel jenis ini merupakan kabel yang paling luas penggunaannya karena dipergunakan untuk jaringan telepon. Kabel ini terbuat dari tembaga dimana beberapa pasang kabel di untir dan dijadikan satu. Guna mempertinggi kualitas kabel, seringkali setiap pasang kabel akan saling di untir sehingga disebut sebagai kabel untir-an.

b.      Kabel Coaxial
Pada jenis ini, kabel utama yang terbuat dari tembaga akan di kelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lainnya dan diantaranya terdapat isolasi. Dari sudut harga, kabel ini lebih mahal apabila dibanding dengan kabel untiran, tetapi kualitas yang diberikan juga lebih baik.
c.       Fiber Optic Cable (Serat Optik).
Dewasa ini terdapat usaha untuk menggunakan cahaya sebagai media komunikasi. Data yang ada akan dibawa oleh cahaya, dan untuk menyalurkan cahaya yang membawa data tersebut, diperlukan adanya suatu jenis kabel yang khusus, dan kabel inilah yang disebut sebagai fiber optic cable ataupun serat fiber. Fiber optic terdiri atas suatu gelas fiber yang sangat tipis dan dapat dipergunakan untuk menyalurkan data dalam jumlah dan kecepatan yang sangat tinggi.

d.      Gelombang Radio-AM
Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekuensi yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude yang dimiliki nya, dapat lah menggerakkan informasi kearah yang dituju.

e.       Pemancar Radio-FM /Station Televisi
Pemancar radio-FM dan station televisi juga dapat digunakan untuk menyalurkan gelombang analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar Radio-FM (Frekuensi Modulation) akan ng mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per second).

f.       Radio Komunikasi Gelombang Pendek.
Dalam hal ini, radio komunikasi gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan tertentu, misalnya ORARI ataupun kepolisian, juga dapat dimanfaatkan untuk membawa sinyal analog ke tempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki frekuensi yang lebih tinggi jika dibanding dengan frekuensi yang dimiliki oleh pemancar radio-AM.

g.      Telephone Cellular
Telepon seluler ataupun telepon genggam, ataupun telepon mobil yang bekerja pada frekuensi 825 hingga 890 megahertz, juga dapat dimanfaatkan sebagai suatu media transmisi komunikasi data.

h.      Gelombang Mikro.
Komunikasi data melalui gelombang electromagnet (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan gelombang mikro atau microwave. Cara ini bisa menjangkau jarak yang sangat jauh, sehingga banyak kalangan industri ataupun pribadi yang menggunakannya untuk memindahkan/ menyalurkan suara, video ataupun data komunikasi.

i.        Satelit
Penggunaan satelit dirancang untuk mengurangi biaya pada pengiriman jarak yang sangat jauh. Apabila digunakan gelombang mikro, maka diperlukan banyak sekali station pemancar bumi yang harus dibangun. Disamping itu juga harus diingat adanya lautan yang memisahkan daratan satu dengan lainnya. Dengan menggunakan satelit, maka permasalahan yang ada bisa diatasi. Satelit secara umum bekerja pada frekuensi antara dua hingga 40 gigahertz (billion of hertz)


4.      Sinyal Analog dan Digital
a.       Sinyal Analog
Signal analog adalah signal yang berupa gelombang elektromagnetik yang berbentuk sinusiodal dan bergerak atas dasar frekuensi. Frekuensi adalah jumlah getaran bolak balik sinyal analog dalam satu siklus lengkap per detik. Satu siklus lengkap terjadi saat gelombang berada pada titik bertegangan nol, menuju titik bertegangan positif tertinggi pada gelombang, menurun ke titik tegangan negatif dan menuju ke titik nol kembali (lihat gambar). Semakin tinggi kecepatan atau frekuensinya semakin banyak siklus lengkap yang terjadi pada suatu periode tertentu. Kecepatan frekuensi tersebut dinyatakan dalam hertz. Sebagai contoh sebuah gelombang yang berayun bolak-balik sebanyak sepuluh kali tiap detik berarti memiliki kecepatan sepuluh hertz.

Signal analog dapat digunakan dalam media tertutup seperti kabel coaxial, TV kabel dan kabel tembaga . Signal analog dapat pula digunakan melalui medium terbuka seperti gelombang mikro, telepon rumah tanpa kabel dan telepon seluler.

Kerugian yang ditimbulkan pada sinyal sistem analog :
·         Pengiriman signal analog dapat dianalogikan mengirim air lewat pipa. Aliran pipa kehilangan tenaganya saat disalurkan melalui sebuah pipa. Semakin jauh pipa semakin banyak tenaga yang berkurang dan aliran semakin menjadi lemah. Demikian pula signal analog akan menjadi lemah setelah melewati jarak yang jauh. Selain bertambah jauh signal analog juga memungut interferensi elektrik atau “noise” dari dalam jalur. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semua menginjeksikan noise dalam bentuk elektrik pada signal analog. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka diperlukan alat penguat signal yang disebut amplifier.

b.      Sinyal Digital

Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan isyarat digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya isyarat ini juga dikenal dengan isyarat diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada isyarat digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah. System digital merupakan bentuk sampling dari sistem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Contoh  System digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai yang dapat dikenali oleh system adalah bilangan bulat dari 0 - 255 (256 nilai : 2 pangkat 8).
Kita bandingkan dengan system analog -- di antara angka 0 s/d 255 --... system analog dapat menghasilkan nilai sebanyak tidak terhingga (0..0,0002... dst). Namun dengan semakin lebarnya bandwidth digital (bisa hampir 3 G Byte) dijaman sekarang ini membuat semakin tipisnya perbedaan antara digital dan analog system.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
·         Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
·         Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
·         Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
·         Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirim.nya secara interaktif.

BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan

·         Komunikasi adalah suatu proses penyampaian yang berupa ide, gagasan, data ataupun pesan yang lainnya dari pengirim (komunikator) ke penerima (komunikan) melalui media pengiriman.
·         Komponen-komponen komunikasi data yaitu message, receiver, sender, medium, dan protokol.

2.      Saran

·         Diharapkan kepada pembaca untuk lebih bijak dalam komunikasi data, dikarenakan arus globalisasi yang semakin meningkat menyebabkan kecenderungan untuk mendapatkan setiap informasi lebih mudah, baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.



DAFTAR PUSTAKA
·           Smale, P.H. 1996. Sistem Telekomunikasi 1. Jakarta: Erlangga.

·           Oppenheim, Alan V, dan Alan S. Wilsky. 1997. Sinyal dan Sistem.  Jakarta: Erlangga
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

0 komentar:

Poskan Komentar